Kamis, 2009 Juli 02
sombong
"sebenarnya allah itu dekat, hanya saja manusia teramat sombong. jadi tidak bisa mengenal allah. semakin sombong semakin tertutup penglihatan"
Label:
renungan
Senin, 2009 Juni 29
munajat
Title Do'a
From Ust.Yusuf Mansur
Date/Time Sent 2009-06-26 /02:19
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a'dzhiim wa atuubu ilaih.
Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.
Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya.
Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat. Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu.
Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami. Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu.
Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.
Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu. Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu.
Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah.
Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiem, washallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin, walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.
Yth, peserta kuliah online, saya mohon do'a ini disebar/diteruskan lagi baik via email, komunitas facebook, posting di blog dan lain sebagainya. Terima kasih.
ya allah, duhai dzat yang maha lembut.lembutkan hati hamba, lembutkan hati istri hamba, lembutkan hati anak-anak hamba, lembutkan hati kedua orang tua hamba, lembutkan hati para orang tua hamba, lembutkan hati saudara-saudara hamba, lembutkan hati hati orang-orang disekitar hamba,lembutkan hati orang-orang yang berurusan dengan hamba, lembutkan hati orang-orang yang membuat urusan dengan hamba.
sesungguhnya, tiada daya dan kekuatan kecuali dari engkau ya allah. jika bukan engkau yang melembutkan hati kami, kemana hendak kami memohon kelembutan. jika tidak engkau lembutkan hati kami, niscaya segala penyakit hati akan semakin bertaburan di hati kami, iri dengki, hasad, dendam, semakin hina-lah kami, semakin tak berharga-lah kami.
tanpa kehendak dan karunia-mu ya ilahi rabbi, semakin mengeraslah hati kami, semakin buta bisu tuli hati kami. kesesatan demi kesesatan akan semakin menjerumuskan kami. ya allah, betapa terpuruknya kami. ya rabb, sesungguhnya, selama ini kami hanya mendzalimi diri kami sendiri. ampuni kami ya rabb.
amin.
From Ust.Yusuf Mansur
Date/Time Sent 2009-06-26 /02:19
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a'dzhiim wa atuubu ilaih.
Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.
Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya.
Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat. Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu.
Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami. Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu.
Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.
Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu. Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu.
Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah.
Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiem, washallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin, walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.
Yth, peserta kuliah online, saya mohon do'a ini disebar/diteruskan lagi baik via email, komunitas facebook, posting di blog dan lain sebagainya. Terima kasih.
ya allah, duhai dzat yang maha lembut.lembutkan hati hamba, lembutkan hati istri hamba, lembutkan hati anak-anak hamba, lembutkan hati kedua orang tua hamba, lembutkan hati para orang tua hamba, lembutkan hati saudara-saudara hamba, lembutkan hati hati orang-orang disekitar hamba,lembutkan hati orang-orang yang berurusan dengan hamba, lembutkan hati orang-orang yang membuat urusan dengan hamba.
sesungguhnya, tiada daya dan kekuatan kecuali dari engkau ya allah. jika bukan engkau yang melembutkan hati kami, kemana hendak kami memohon kelembutan. jika tidak engkau lembutkan hati kami, niscaya segala penyakit hati akan semakin bertaburan di hati kami, iri dengki, hasad, dendam, semakin hina-lah kami, semakin tak berharga-lah kami.
tanpa kehendak dan karunia-mu ya ilahi rabbi, semakin mengeraslah hati kami, semakin buta bisu tuli hati kami. kesesatan demi kesesatan akan semakin menjerumuskan kami. ya allah, betapa terpuruknya kami. ya rabb, sesungguhnya, selama ini kami hanya mendzalimi diri kami sendiri. ampuni kami ya rabb.
amin.
Label:
renungan
Kamis, 2009 Juni 25
pertanda orang mau mati
Catatan : Tulisan ini kami kutip dari situs http://www.tranungkite.net/. Malaysia; materi ceramah oleh Ustad Abdullah Mahmud, dalam suatu kursus di Kuala Lumpur.
Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian
Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.
Tanda 3 hari
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
PENUTUP
Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon ampunan baik dari Allah SWT maupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahwa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga pikiran dalam upaya kita untuk mencari keridaan Allah SWT di dunia maupun akhirat kelak.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah / silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. WALLAHUALAM
Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian
Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.
Tanda 3 hari
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
PENUTUP
Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon ampunan baik dari Allah SWT maupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahwa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga pikiran dalam upaya kita untuk mencari keridaan Allah SWT di dunia maupun akhirat kelak.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah / silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. WALLAHUALAM
Label:
renungan
Senin, 2009 Juni 22
ubah kebiasaan
just for memori doang ya, mesjid di lingkunganku tuch doyan banget sama 'manjang-manjangin' antara adzan dan iqomah. tadinya aku mau tak ambil pusing. biarin aja, urusan masing-masing. hanya saja, koq makin lama makin mengganggu. "harus ada yang berani ambil tindakan!", kataku pada diri.
karena, pernah waktu itu, aku berkesempatan jamaah isya' dirumah. waktu sholat udah masuk sejak 19:02. aku datang udah jam 19:15, belum qomat juga. karena masih ada yang sunnat qobliyah 2 rokaat. aku langsung ambil mike, lantunkan iqomat. tuch orang masih nerusin qobliyahnya. padahal posisi persis dibelakang imam. untungnya bukan baris pertama, tapi kedua. tak begitu mengganggu.
herannya lagi, masih heran lagi nih, imamnya juga nungguin satu orang itu nyelesaiin qobliyahnya!
yang bikin aku tercengang, selepas jamaah isya' tuch orang bukannya ngerjain ba'diyah. langsung keluar dan nongkrong. ngrokok pula. astaghfirullahaladzim!
"qobliyah isya itu ghoiru muakkadah. sementara, ba'diyanya yang muakkadah. kenapa justru qobliyah dikencengin sampai nunda (wajib) jamaah isya'nya. udah nunda, ba'diyahnya yang notabene waktunya jauh lebih longgar, malah ditinggalin"
dari pengalaman itulah, yang bisa (insya allah) konsisten hadir cuma subuh doang, ya udah, aku mulai dari jamaah subuh. makanya muncullah tulisan (edaran) ini.
"gue gak peduli, pokoknya kelar adzan, sholat ringan 2 rokaat. qomat!"
surat edarannya, kayak gini nih:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Jumat pagi, tanggal 16 mei 2008, lebih setahun yang lalu, ketika jadwal subuh 04:36 dan, masjid mulai berkumandang adzan, aku bukannya segera ke mesjid. Tapi, aku malah mandi, sholat qobliyah dua rokaat dirumah. “Ah, paling juga lama qomatnya”, batinku.
Baru kemudian melangkah kaki ke mesjid. Hasilnya? Jam 04:50 masih belum qomat juga! Aku lihat masih ada satu orang sedang sholat sunnah. “Datang telat, masih mau dapet sunnat. Mending kalau sesekali. Ini, sering kali!”, batinku lagi.
Ketika itu, ustadz Danny sudah rajin ngebangunin sedari jam 04:15. Ironisnya, tetap saja, jamaah datang telat. Walaupun rentang waktu (rata-rata 10 menit antara adzan dan iqomah) diperpanjang lagi, tetap saja ada yang masbuq.
Jamaah ketika itu, berkisar 30-an orang. Barisan depan full (19 orang), barisan kedua jarang full. Sesekali nambah dibarisan ketiga 3 atau 4 orang. Sehingga jamaah paling banter 39 orang.
Setahun aku tunggu, masih tidak ada perubahan. Kini, 2009 masih tetap sama. Antara adzan dan iqomah tetap lama, sementara jamaah tetap itu-itu juga.
Keutamaan Shalat Fajr (Qabliyah Shubuh)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”
Makna Kalimat :
Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.
lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.
Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]
Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat fajr.”
“Ya Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah?”, seorang shahabat bertanya. “Sholat tepat pada waktunya”, dijawab oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Alangkah indahnya kalau jam setengah lima, delapan menit sebelum masuk waktu adzan sudah tiba di masjid. Sholat tahiyatul masjid 2 rokaat. Langsung sholat qobliyah subuh 2 rokaat. Hal ini sangat mungkin bagi yang pengin qobliyah subuhnya dipanjangin (agak lama maksudnya).
Atau juga, boleh juga qobliyah dua rokaat dilakukan dirumah. Baru kemudian melangkahkan kaki ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah.
Memang ada yang bilang, “jika engkau mendatangi masjid untuk sholat berjamaah sedangkan iqomat belum didirikan, maka sholatnya dua rokaat”. Di sisi lain, yang biasa adzan, “jangan dirikan iqomat ketika masih ada orang yang sholat sunnah”.
Hasilnya, saling tunggu padahal, muadzin adalah sekaligus timer. Bayangkan seorang timer diperempatan jalan, lantas tidak segera meniup peluit kalau belum habis pengendara dari arah kiri. Kapan yang dari arah kanan mau dapet giliran?
Begitu pula, kalau nungguin selesai qobliyah baru iqomat, apakah lebih utama menunda sholat fardhu (jamaah subuh)?
Atau, boleh juga kalau dijalanin seperti (hadits) ini. Sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan bagi muadzin untuk menyegerakan iqomat:
Apabila seorang muslim mengerjakan shalat fajr tersebut di rumahnya, kemudian dia merasa ingin istirahat sejenak, seperti kalau sebelumnya ia telah mengerjakan shalat tahajjud dengan sangat panjang, maka dituntunkan baginya untuk berbaring pada bagian kanan, dengan syarat dia yakin bahwa ia tidak akan ketinggalan shalat shubuh berjama’ah di masjid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat dua rakaat fajr, beliau kemudian berbaring pada bagian kanannya.” [HR. Al-Bukhari]
Jalan satu-satunya, begitu selesai kumandang adzan subuh, kasih kesempatan dua rokaat qobliyah ringan (sebagaimana hadits diatas), langsung iqomat. Insya Allah, dengan cara seperti ini, jamaah blok A akan terbiasa disiplin “datang kemasjid lima atau sepuluh menit sebelum masuk waktu”. Dan, tidak ada lagi mengulur jamaah subuh. Wallahu A’lam.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
karena, pernah waktu itu, aku berkesempatan jamaah isya' dirumah. waktu sholat udah masuk sejak 19:02. aku datang udah jam 19:15, belum qomat juga. karena masih ada yang sunnat qobliyah 2 rokaat. aku langsung ambil mike, lantunkan iqomat. tuch orang masih nerusin qobliyahnya. padahal posisi persis dibelakang imam. untungnya bukan baris pertama, tapi kedua. tak begitu mengganggu.
herannya lagi, masih heran lagi nih, imamnya juga nungguin satu orang itu nyelesaiin qobliyahnya!
yang bikin aku tercengang, selepas jamaah isya' tuch orang bukannya ngerjain ba'diyah. langsung keluar dan nongkrong. ngrokok pula. astaghfirullahaladzim!
"qobliyah isya itu ghoiru muakkadah. sementara, ba'diyanya yang muakkadah. kenapa justru qobliyah dikencengin sampai nunda (wajib) jamaah isya'nya. udah nunda, ba'diyahnya yang notabene waktunya jauh lebih longgar, malah ditinggalin"
dari pengalaman itulah, yang bisa (insya allah) konsisten hadir cuma subuh doang, ya udah, aku mulai dari jamaah subuh. makanya muncullah tulisan (edaran) ini.
"gue gak peduli, pokoknya kelar adzan, sholat ringan 2 rokaat. qomat!"
surat edarannya, kayak gini nih:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Jumat pagi, tanggal 16 mei 2008, lebih setahun yang lalu, ketika jadwal subuh 04:36 dan, masjid mulai berkumandang adzan, aku bukannya segera ke mesjid. Tapi, aku malah mandi, sholat qobliyah dua rokaat dirumah. “Ah, paling juga lama qomatnya”, batinku.
Baru kemudian melangkah kaki ke mesjid. Hasilnya? Jam 04:50 masih belum qomat juga! Aku lihat masih ada satu orang sedang sholat sunnah. “Datang telat, masih mau dapet sunnat. Mending kalau sesekali. Ini, sering kali!”, batinku lagi.
Ketika itu, ustadz Danny sudah rajin ngebangunin sedari jam 04:15. Ironisnya, tetap saja, jamaah datang telat. Walaupun rentang waktu (rata-rata 10 menit antara adzan dan iqomah) diperpanjang lagi, tetap saja ada yang masbuq.
Jamaah ketika itu, berkisar 30-an orang. Barisan depan full (19 orang), barisan kedua jarang full. Sesekali nambah dibarisan ketiga 3 atau 4 orang. Sehingga jamaah paling banter 39 orang.
Setahun aku tunggu, masih tidak ada perubahan. Kini, 2009 masih tetap sama. Antara adzan dan iqomah tetap lama, sementara jamaah tetap itu-itu juga.
Keutamaan Shalat Fajr (Qabliyah Shubuh)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”
Makna Kalimat :
Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.
lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.
Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]
Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat fajr.”
“Ya Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah?”, seorang shahabat bertanya. “Sholat tepat pada waktunya”, dijawab oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Alangkah indahnya kalau jam setengah lima, delapan menit sebelum masuk waktu adzan sudah tiba di masjid. Sholat tahiyatul masjid 2 rokaat. Langsung sholat qobliyah subuh 2 rokaat. Hal ini sangat mungkin bagi yang pengin qobliyah subuhnya dipanjangin (agak lama maksudnya).
Atau juga, boleh juga qobliyah dua rokaat dilakukan dirumah. Baru kemudian melangkahkan kaki ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah.
Memang ada yang bilang, “jika engkau mendatangi masjid untuk sholat berjamaah sedangkan iqomat belum didirikan, maka sholatnya dua rokaat”. Di sisi lain, yang biasa adzan, “jangan dirikan iqomat ketika masih ada orang yang sholat sunnah”.
Hasilnya, saling tunggu padahal, muadzin adalah sekaligus timer. Bayangkan seorang timer diperempatan jalan, lantas tidak segera meniup peluit kalau belum habis pengendara dari arah kiri. Kapan yang dari arah kanan mau dapet giliran?
Begitu pula, kalau nungguin selesai qobliyah baru iqomat, apakah lebih utama menunda sholat fardhu (jamaah subuh)?
Atau, boleh juga kalau dijalanin seperti (hadits) ini. Sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan bagi muadzin untuk menyegerakan iqomat:
Apabila seorang muslim mengerjakan shalat fajr tersebut di rumahnya, kemudian dia merasa ingin istirahat sejenak, seperti kalau sebelumnya ia telah mengerjakan shalat tahajjud dengan sangat panjang, maka dituntunkan baginya untuk berbaring pada bagian kanan, dengan syarat dia yakin bahwa ia tidak akan ketinggalan shalat shubuh berjama’ah di masjid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat dua rakaat fajr, beliau kemudian berbaring pada bagian kanannya.” [HR. Al-Bukhari]
Jalan satu-satunya, begitu selesai kumandang adzan subuh, kasih kesempatan dua rokaat qobliyah ringan (sebagaimana hadits diatas), langsung iqomat. Insya Allah, dengan cara seperti ini, jamaah blok A akan terbiasa disiplin “datang kemasjid lima atau sepuluh menit sebelum masuk waktu”. Dan, tidak ada lagi mengulur jamaah subuh. Wallahu A’lam.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Label:
catatan harian
Jumat, 2009 Juni 19
burung blo'on
petikan "kira-kira loh ya", ustadz yusuf mansur dalam taujih dhuha. gak persis kayak gini sih, cuma, latihan mengingat sambil nulis aja.
dalam sebuah pertemuan ilmu, seorang guru bertanya pada muridnya , "burung apa yang gak bisa terbang?"
ada yang menjawab burung sakit. burung kejepit, burung tenggelam, burung patah sayap. beragam dah pokoknya. kemudian, dilanjut sama guru tadi. "yang benar adalah burung malas", katanya.
namanya burung tentu punya sayap. udah tahu punya sayap, kenapa gak terbang. padahal terbang itu indah, bisa melihat angkasa. melihat keindahan alam. menikmati semesta. boleh jadi karena memang bener-bener pemalas atau, tidak ada rasa ketertarikan sama keindahan. mati rasa dah pokoknya.
lebih parah lagi, kalau ada burung yang gak bisa terbang karena dia gak tahu kalau sebenarnya dia punya sayap, gak nyadar. jelas-jelas nempel di badan, koq sampai tidak merasa. burung apa klo seperti ini namanya? jelas aja burung bego. bahlul. tolol. blo'on. trus, apa lagi?
itu burung loh.
sekarang yang berhubungan dengan manusia. kewajiban manusia sebenarnya cuma satu loh. apa itu? sholat. berarti orang hidup didunia mesti sholat terus dong. ibadah terus dong. gak perlu nyari dunia! kacau itu mah!
tahan dulu. bukan itu penjabarannya. "amalan yang lain itu tergantung sholatnya. kalau sholatnya baik, maka baik seluruh amalannya. begitu pula kalau jelek sholatnya, jelek pula seluruh amalannya". dari sini jelas, bahwa sholat ialah indikator utama untuk menilai amalan seseorang. kalau hidupnya amburadul, sementara ngakunya sholatnya bener. trus, gimana tuch? tampangnya alim, jenggotnya panjang, jidatnya hitam, tapi, kelakuannya kacau. trus, gimana juga tuch? emang bisa yang kayak gitu dikatakan sholatnya bagus?
soal sholat bagus ini, ada juga tuntunannya. ibarat burung, sholat juga punya sayap. apaan tuch? qobliyah ba'diyah, tentu saja. kalau ada orang yang masih belum ngejalanin sunnat rowatib, bearti, tuch orang sama saja burung yang gak bisa terbang. bisa males. bisa blo'on.
tinggal pilih dah yang mana. klo males, berarti udah tahu klo sholat wajib itu ada qobliyah ba'diyah, tapi tetap aja gak dijalanin. kalau blo'on, berarti gak nyadar, alias gak tahu klo sholat wajib tuch ada qobliyah ba'diyahnya. udah berapa tahun ngejalanin sholat, masih gak paham soal "sayap" nya sholat wajib.
trus, dilanjut lagi nih. qobliyah ba'diyah itu, termasuk sunnah. tapi, muakkadah. sunnat yang dianjurkan. sangat dianjurkan. bagaimana mungkin burung bisa meresapi keindahan hidup, keindahan alam, keindahan semesta kalau tidak terbang. bagaimana mungkin sholat bisa mengarungi kenikmatan sipiritual kalau tidak disempurnain sama yang sunnah. gitu, sederhananya mah.
soal muakkadah ini, bukan cuma qobliyah ba'diyah doang. ada yang tak kalah penting juga. ialah dhuha. dan, masih banyak lagi. hanya saja, untuk dhuha memang kayak masih asing gitu. masih jarang orang ngejalanin. bagaimana sih, koq sampai orang pada jarang dhuha?
pertama, bisa jadi emang tuch orang kagak tahu. makanya kita kasih tahu. tentang fadhilahnya, keutamaannya, dan seluk beluk lainnya.
kedua, berada di lingkungan yang tidak me-familiar-kan dhuha. contoh saja kayak perkantoran, sekolahan, intansi pemerintahan. kalau tidak ada iklim per-dhuha-an, mana mungkin orang jadi tertarik buat ngelakuin. inilah, fungsinya membentuk serikat. koloni. komunitas. benahing bareng-bareng. biar kerja tuch ada maknanya. hidup ada maknanya. pokoknya penuh makna gitu dah.
ketiga, system pendidikan yang membentuk manusia, di indonesia ini, memang tidak ada yang me-wajib-kan dhuha sedari kecil. wajib disini kayak semacam kegiatan, "dilaharang masuk kelas sebelum sholat dhuha 2 rokaat". atau minimal, "setiap hari jumat pagi, seluruh siswa wajib dhuha bareng-bareng di lapangan. coba kalau dari kelas 1 sd sudah digalakkan kayak gitu. umur 30-an udah gak bakalan 'baru ribut' latihan dhuha dah. he..he..he..
dalam sebuah pertemuan ilmu, seorang guru bertanya pada muridnya , "burung apa yang gak bisa terbang?"
ada yang menjawab burung sakit. burung kejepit, burung tenggelam, burung patah sayap. beragam dah pokoknya. kemudian, dilanjut sama guru tadi. "yang benar adalah burung malas", katanya.
namanya burung tentu punya sayap. udah tahu punya sayap, kenapa gak terbang. padahal terbang itu indah, bisa melihat angkasa. melihat keindahan alam. menikmati semesta. boleh jadi karena memang bener-bener pemalas atau, tidak ada rasa ketertarikan sama keindahan. mati rasa dah pokoknya.
lebih parah lagi, kalau ada burung yang gak bisa terbang karena dia gak tahu kalau sebenarnya dia punya sayap, gak nyadar. jelas-jelas nempel di badan, koq sampai tidak merasa. burung apa klo seperti ini namanya? jelas aja burung bego. bahlul. tolol. blo'on. trus, apa lagi?
itu burung loh.
sekarang yang berhubungan dengan manusia. kewajiban manusia sebenarnya cuma satu loh. apa itu? sholat. berarti orang hidup didunia mesti sholat terus dong. ibadah terus dong. gak perlu nyari dunia! kacau itu mah!
tahan dulu. bukan itu penjabarannya. "amalan yang lain itu tergantung sholatnya. kalau sholatnya baik, maka baik seluruh amalannya. begitu pula kalau jelek sholatnya, jelek pula seluruh amalannya". dari sini jelas, bahwa sholat ialah indikator utama untuk menilai amalan seseorang. kalau hidupnya amburadul, sementara ngakunya sholatnya bener. trus, gimana tuch? tampangnya alim, jenggotnya panjang, jidatnya hitam, tapi, kelakuannya kacau. trus, gimana juga tuch? emang bisa yang kayak gitu dikatakan sholatnya bagus?
soal sholat bagus ini, ada juga tuntunannya. ibarat burung, sholat juga punya sayap. apaan tuch? qobliyah ba'diyah, tentu saja. kalau ada orang yang masih belum ngejalanin sunnat rowatib, bearti, tuch orang sama saja burung yang gak bisa terbang. bisa males. bisa blo'on.
tinggal pilih dah yang mana. klo males, berarti udah tahu klo sholat wajib itu ada qobliyah ba'diyah, tapi tetap aja gak dijalanin. kalau blo'on, berarti gak nyadar, alias gak tahu klo sholat wajib tuch ada qobliyah ba'diyahnya. udah berapa tahun ngejalanin sholat, masih gak paham soal "sayap" nya sholat wajib.
trus, dilanjut lagi nih. qobliyah ba'diyah itu, termasuk sunnah. tapi, muakkadah. sunnat yang dianjurkan. sangat dianjurkan. bagaimana mungkin burung bisa meresapi keindahan hidup, keindahan alam, keindahan semesta kalau tidak terbang. bagaimana mungkin sholat bisa mengarungi kenikmatan sipiritual kalau tidak disempurnain sama yang sunnah. gitu, sederhananya mah.
soal muakkadah ini, bukan cuma qobliyah ba'diyah doang. ada yang tak kalah penting juga. ialah dhuha. dan, masih banyak lagi. hanya saja, untuk dhuha memang kayak masih asing gitu. masih jarang orang ngejalanin. bagaimana sih, koq sampai orang pada jarang dhuha?
pertama, bisa jadi emang tuch orang kagak tahu. makanya kita kasih tahu. tentang fadhilahnya, keutamaannya, dan seluk beluk lainnya.
kedua, berada di lingkungan yang tidak me-familiar-kan dhuha. contoh saja kayak perkantoran, sekolahan, intansi pemerintahan. kalau tidak ada iklim per-dhuha-an, mana mungkin orang jadi tertarik buat ngelakuin. inilah, fungsinya membentuk serikat. koloni. komunitas. benahing bareng-bareng. biar kerja tuch ada maknanya. hidup ada maknanya. pokoknya penuh makna gitu dah.
ketiga, system pendidikan yang membentuk manusia, di indonesia ini, memang tidak ada yang me-wajib-kan dhuha sedari kecil. wajib disini kayak semacam kegiatan, "dilaharang masuk kelas sebelum sholat dhuha 2 rokaat". atau minimal, "setiap hari jumat pagi, seluruh siswa wajib dhuha bareng-bareng di lapangan. coba kalau dari kelas 1 sd sudah digalakkan kayak gitu. umur 30-an udah gak bakalan 'baru ribut' latihan dhuha dah. he..he..he..
Langgan:
Entri (Atom)


